Komunikasi Politik (Ruang Lingkup Komunikasi Politik)
Ruang Lingkup Komunikasi Politik
Oleh : Riyana Putri (1510411049)
Dalam mempelajari Ilmu
Komunikasi, mahasiswa harus mempelajari tentang Komunikasi Politik. Mengapa? Karena
dalam berkomunikasi memberi makna untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok
orang. Sedangkan dalam berpolitik, seorang politisi membutuhkan keahlian dalam
berkomunikasi untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari publik. Sehingga harapan
dari mempelajari Komunikasi Politik, mahasiswa Ilmu Komunikasi, khususnya
konsentrasi Jurnalistik dapat menganalisa isu-isu politik yang ada dan
bijaksana dalam memberitakan suatu isu politik yang menguntungkan rakyat.
Menurut Lucian Pye,
antara komunikasi dan politik memiliki hubungan yang erat dan istimewa karena
berada dalam kawasan (domain) politik dengan menempatkan komunikasi pada posisi
yang sangat fundamental. Galnoor misalnya mengatakan bahwa “tanpa komunikasi,
tidak akan ada usaha bersama, dan dengan demikian tidak ada politik”. Pernyataan
lain dari Pye bahwa “tanpa suatu jaringan (komunikasi) yang mampu memperbesar (enlarging) dan melipatgandakan (magnifying) ucapan-ucapan dan
pilihan-pilihan individual, maka tiddak akan ada namanya politik”. Bahkan Wilbur
Schramm, tokoh peletak dasar ilmu komunikasi, menempatkan seorang ilmuwan
politik terkemuka, yakni Harorld D. Lasswell pada urutan pertama dari empat
orang yang disebutnya bapak pendiri (the
founding fathers) ilmu komunikasi melalui karyanya yang diangkat dari
disertasi doktornya, yakni Propaganda Technique in The World War (1927). Lasswell bersama dengan Ralph D. Casey dan
Bruce L. Smith kemudian menyusun Propaganda and Promotional Activities;
Annotated Bibliography, lalu dikembangkan menjadi buku Propaganda, Communication, and Public Opinion: A Comprehensive Refence
Guide (1956) (dalam buku Hafied Cangara, 2011).
Dari pengertian diatas
kita dapat mengerti bagaimana hubungan antara ilmu komunikasi dalam berpolitik.
Sebelum kita membahas lebih lanjut, kita harus tau apa yang dimaksud komuikasi
politik dan ruang ligkupnya. Berikut adalah beberapa definisi komunikasi
politik dari beberapa ahli:
1.
Komunikasi politik adalah kegiatan
komunikasi yang terdapat dalam suatu sistem politik yang mempunyai dampak
secara aktual dan potensial (Richard Fagen dalam buku Riswandi, 2009).
2.
Komunikasi politik ialah suatu bidang
atau disiplin yang menelaah perilaku dan kegiatan komunikasi yang bersifat
politik, mempunyai akibat politik, atau berpengaruh terhadap perilaku politik (Dahlan,
1999).
3.
Political communication refers to any
exchange of symbols or message that to a significant extent have been shaped by
or have consequences for political system (Meadow dalam Nimmo, 2004).
Dengan demikian, pengertian komunikasi politik dapat
dirumuskan sebagai suatu proses pengoperan lambang-lambang atau simbol-simbol
komunikasi yang berisi pesan-pesan politik dari seseorang atau kelompok kepada
orang lain dengan tujuan untuk membuka wawasan atau cara berpikir, serta
memengaruhi sikap dan tingkah laku khalayak yang menjadi target politik (Cangara,
2011).
Unsur-unsur
Komunikasi politik
Seperti halnya disiplin ilmu komunikasi dan ilmu
disiplin lainnya, komunikasi politik juga terdiri dari berbagai unsur, yakni
sumber (komunikator), pesan, media atau saluran, penerima dan efek (Nimmo:
1978, Mansfield dan Weaver: 1982 dalam Dahlan, 1990).
1. Komunikator
Politik
Komunikasi politik tidak hanya menyangkut partai
politik, tapi juga menyangkut lembaga aksekutif dan legislatif. Dengan demikian,
sumber atau komunikator politik adalah mereka-mereka yang dapat memberi
informasi tentang hal-hal yang mengandung makna atau bobot politik, misalnya
Presiden , Menteri, fungsionaris Lembaga Swadaya Masyarakat, dan kelompok
kelompok penekan dalam masyarakat yang bisa memengaruhi jalannya pemerintahan.
2. Pesan
Politik
Pesan politik adalah pernyataan yang disampaikan
baik secara tertulis maupun tidak tertulis, baik secara verbal maupun
nonverbal, tersembunyi maupun terang-terangan, baik yang disadari maupun tidak
disadari yang isinya mengandung bobot politik. Misalnya pidato politik dan
artikel tentang isu-isu politik.
3. Saluran
atau Media Politik
Ialah alat yang digunakan atau dimanfaatkan oleh
komunikator politik untuk menyampaikan pesan politiknya. Misalnya; surat kabar,
televisi, brosur, partai politik, pameran, pesta rakyat, dan semacamnya.
4. Sasaran
atau Target Politik
Sasaran adalah anggota masyarakat yang diharapkan
dapat memberi dukungan dalam bentuk pemberian suara (vote) kepada partai atau kandidat dalam pemilihan umum. Misalnya adalah
masyarakat golongan yang memiliki hak suara untuk memilih.
5. Pengaruh
atau Efek Komunikasi Politik
Efek komunikasi politik yang diharapkan
adalah masyarakat paham terhadap sistem pemerintahan dan partai-partai politik,
dimana tujuannya adalah masyarakat dapat memberikan hak suara pada pemilu.
Kajian
Komunikasi Politik dalam Ranah Ilmu Komunikasi
Menurut Cangara (2011),
komunikasi politik diletakkan pada telaah kritis ranah ilmu komunikasi, yakni
komunikasi teknis, komunikasi terapan dan teori komunikasi (meminjam istilah
Dahlan: 1990), dimana pada tingkat terapan,
komunikasi politik berkembang dari penelitian dan teori, dan setelah itu
domanfaatkan dalam kegiatan, terkadang setelah diuji coba. Ruang lingkup
komunikasi terapan lebih luas, dan menyangkut penerapan berbagai teori. Misalnya
penggunaan analisis isi untuk evaluasi efektivitas komunikasi politik,
pemilihan khalayak sasaran yang paling peka. Sedangkan pada tingkat teoritis, komunikasi politik menguji
kesahihan teori komunikasi dalam konteks politik. Termasuk teori keperkasaan
dan keterbatasan media, teori kepemimpinan pendapat, teori inovasi,
faktor-faktor pengaruh komunikasi, penggunaan metode jaringan dalam kaitannya
dengan koneksi politik dan kekuasaan.
Kesimpulan
Komunikasi Politik tidak
cukup dipelajari dengan teori-teori dari berbagai sumber, namun ia juga harus
dipraktekan dalam kesempatan-kesempatan mendatang. Praktek ini perlu untuk
menguji sejauh mana pemahaman kita tentang komunikasi politik dan sekaligus
mengasah kemampuan berkomunikasi kita.
Bagi saya yang sedang
menempuh pendidikan dengan konsentrasi Jurnalistik, mata kuliah komunikasi
politik akan sangat membantu saya dalam memahami isu-isu dan kondisi politik
yang sedang memanas, membantu dalam menyusun pertanyaan-pertanyaan yang kritis
terhadap narasumber yang berlatar belakang seorang politisi dan membantu
masyarakat mengawasi jalanya pemerintahan (watch
dog).
Referensi:
Cangara, Hafied.
Prof. M.Sc. Ph.D. 2011. Komunikasi Politik:
Konsep, Teori, dan Strategi, edisi revisi. Jakarta : PT RajaGrafindo
Persada.
Riswandi. 2009. Komunikasi Politik. Yogyakarta : Graha
Ilmu
Note:
Semoga tulisan ini bermanfaat dan jika ada kesalahan penulisan ataupun isi,
mohon kritik dan saranya yaaa. Terimakasih J

Komentar
Posting Komentar