Analisis BEM Universitas



ANALISIS TENTANG BEM

            Badan Eksekutif Mahasiswa atau biasa kita kenal dengan sebutan BEM merupakan wadah bagi mahasiswa dalam menampung aspirasi dari mahasiswa itu sendiri. BEM Universitas sudah seperti jembatan penghubung antara pejabat universitas (pemimpin) dan mahasiswa (anggota).

            Sayangnya, dalam beberapa bulan terakhir ini BEM Universitas diketahui vakum selama 1 periode. Hal ini dikarenakan keputusan dari kampus yang membuat peraturan tentang regenerasi ormawa dan ukm kampus ditetapkan di bulan Desember. Padahal sebelumnya regenerasi ormawa dan ukm dilakukan pada saat pertengahan tahun, yakni antara bula Mei sampai Agustus. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, sebelumnya MPM pada bulan April ingin melakukan pemilu raya BEM U untuk mencari dan menetapkan ketua BEM U selanjutnya dan didapatlah beberapa kandidat yang mengajukan diri untuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM U. Tapi, bahkan sebelum pemilu diadakan calon pasangan ketua dan wakil ketua tersebut mengundurkan diri dari pemilu raya. Alasan mereka cukup logis, alasannya dikarenakan masa jabatan yang akan mereka jalani hanya setengah tahun sebelum pemilu raya selanjutnya untuk periode 2017-2018. Mengulang kembali mengenai peraturan kampus yang menetapkan regenerasi ormawa dan ukm ditetapkan di bulan Desember, MPM seharusnya bergerak lebih awal untuk mengadakan pemilihan calon ketua dan wakil ketua BEM periode 2017. Sehingga yang dkorbankan adalah kepengurusan sebelumnya, yakni dibubarkan segera setela turun kepetusan kampus dan melaksanakan visi dan misi dengan cepat.

            Untuk mengetahui perkembangan di masa saat kampus masih swasta sampai menjadi negeri, bagi saya BEM kurang berkembang dan memanfaatkan dana yang disediakan oleh Kemenritidikti untuk membuat acara yang dapat menarik partisipasi mahasiswa. Seperti yang kita ketahui, media sosial saat ini tidak hanya menjebak dan memanfaatkan anak-anak dan remaja, tetapi media sosial juga telah menjebak banyak orang dari semua lapisan yang ada. Dalam hal ini mahasiswa pun termasuk salah satunya. Memang media sosial itu sangat bermanfaat dalam melancarkan komunikasi dan mengefesienkan waktu. Namun banyak juga, kaum intelek seperti mahasiswa saat ini yang terlena oleh konten-konteng yang menarik di media massa dan akhirnya tanpa sadar waktu mereka banyak yang terbuang sia-sia hanya sekedar untuk mengepost hal-hal yang kurang penting dan mengurangi waktu membaca dan mengabdi kepada masyarakat. Nah, sebenarnya disinilah fungsi BEM seharusnya bekerja. Membaca situasi dan menganalisa fenomena fenomena yang terjadi di dalam kampus. sehingga mahasiswa mahasiswi terpancing untuk berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan kegiatan positif yang dilakukan oleh BEM.

            Nasi sudah berubah menjadi bubur mungkin ungkapan klise yang bisa mencerminkan kondisi BEM U saat ini, walaupun begitu tetap saja masih banyak jalan menuju Roma. Yap! Kita bisa memperbaiki situasi di masa yang akan datang agar kejadian kekosongan pengurus BEM saat ini tidak terulang lagi. Dalam marketing politik ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk mempromosikan tujuan politik suatu organisasi, yaitu: (1) memilih target segmen yang dituju, (2) melakukan penyusunan strategi, dan terakhir (3) melakukan monitoring dan evaluasi. Ketiga langkah diatas bisa terlaksana apabila organisasi tersebut mau bekerjasama dalam tim dan kompak. Seperti ormawa yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di kampus. Di FISIP semua ormawa dari mulai Senat, BEM Fakultas, HMJ sampai Klub yang ada di fakultas semuanya ada dan aktif. Jadi, di masa yang akan datang mungkin mahasiswa FISIP dapat menjadi bagian dari BEM U dan menjalankan organisasi sebagaimana mestinya seperti di lingkungan fakultas.
Semoga SUKSES!!!

note: tulisan ini hanya pendapat dari saya pribadi. mohon jangan dijadikan acuan untuk referensi tugas pribadi. Terimakasih

Komentar

Postingan Populer